Latar Belakang
Permasalahan sampah di tingkat desa masih menjadi isu lingkungan yang sering diabaikan. Pembuangan sampah secara sembarangan tidak hanya berdampak pada estetika lingkungan, tetapi juga menimbulkan pencemaran tanah, air, bahkan meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Di wilayah Dusun 4, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, masih banyak ditemukan lokasi pembuangan sampah liar yang tersebar di sekitar pemukiman, lahan kosong, dan tepian sungai.
Melihat urgensi permasalahan ini, dilakukanlah kegiatan pemetaan titik-titik timbunan sampah guna menyediakan data spasial sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan lingkungan tingkat desa.
Tujuan Kegiatan
-
Mengidentifikasi lokasi timbunan sampah liar di Dusun 4, Desa Citapen.
-
Menyusun peta sebaran titik rawan lingkungan akibat sampah.
-
Menyediakan data pendukung dalam upaya penanganan dan edukasi lingkungan bagi masyarakat desa.
Metode Pelaksanaan
Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2025. Metode pelaksanaannya mencakup:
-
Survei lapangan untuk menemukan lokasi timbunan sampah.
-
Pengambilan data di lapangan menggunakan GPS untuk menentukan titik koordinat.
-
Dokumentasi visual berupa foto kondisi lokasi timbunan.
-
Pengolahan data spasial menggunakan perangkat lunak pemetaan untuk menghasilkan peta sebaran.
Hasil dan Temuan Lapangan
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa terdapat 29 titik timbunan sampah liar yang tersebar di berbagai lokasi di Dusun 4. Titik-titik ini sebagian besar berada:
-
Di belakang rumah warga atau lahan kosong yang tidak terpakai.
-
Di tepi sungai yang tidak memiliki penghalang atau pengawasan.
-
Di sepanjang jalan kecil yang jarang dilalui kendaraan umum.
Jenis sampah yang dominan adalah sampah rumah tangga seperti plastik, kemasan makanan, dan popok sekali pakai.
Peta Sebaran Titik Timbunan Sampah
Peta di atas menunjukkan:
-
Titik timbunan sampah (ditandai dengan simbol bulat oranye)
-
Batas administratif Desa Citapen
-
Sungai dan Waduk Saguling
-
Jaringan jalan
Peta disusun menggunakan sistem proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM), datum WGS 1984, zona 48S, dengan skala 1:5000.
Disusun oleh:
Nabila Adifa
Program Studi Teknologi Survei dan Pemetaan DasarKKN-PPM UGM SekoCihampelas 2025
-